w3c wai AAA     w3c html 5
logo pa nunukan   

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA                   

PENGADILAN AGAMA NUNUKAN

Written by Admin on . Hits: 203

lima faslitas baru MA
Jakarta—Humas: Bertempat di Balairung Mahkamah Agung, Ketua Mahkamah Agung, YM Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, S.H., M.H., meresmikan lima fasilitas Mahkamah Agung, masing-masing museum, command center, assessment center, lounge VVIP dan studio pembelajaran e-learning, Jumat (27/12/2019). Acara peresmian tersebut, selain dihadiri oleh pimpinan dan hakim agung, juga dihadiri oleh pejabat eselon I dan eselon II, pimpinan pengadilan tingkat pertama dan banding sewilayah Jabodetabek serta purnabhakti pimpinan dan hakim Agung. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Mahkamah Konstitusi serta Ketua Komisi Yudial Republik Indonesia.

Dalam sambutannya Hatta Ali menjelaskan kehadiran fasilitas-fasilitas tersebut merupakan satu langkah maju untuk mendekatkan lembaga peradilan kepada masyarakat serta sarana untuk membentuk aparatur peradilan yang akan mendukung desain organisasi yang berbasis kinerja dan ilmu pengetahuan.

Lebih lanjut Hatta Ali mengurai satu persatu latar belakang, tujuan dan filosofi dibangunnya fasilitas-fasilitas tersebut. “Museum ini merefleksikan usaha kita menjaga memori bersama terhadap eksistensi lembaga peradilan dalam lintasan sejarah Indonesia,” ungkapnya.

Memori bersama ini, lanjut Hatta Ali, perlu dijaga agar ada perasaan memiliki dan kedekatan terhadap suatu tempat atau peristiwa yang akan menjadi jembatan penghubung antara generasi terdahulu yang membangun, meletakkan pondasi serta mengembangkan lembaga peradilan di Indonesia serta generasi saat ini yang akan melanjutkan estafet pelaksanaan tugas-tugas lembaga peradilan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Sementara itu pembangunan command center diharapkan memudahkan Mahkamah Agung dalam memantau implementasi atas kebijakan-kebijakan MA sekaligus sarana komunikasi antara pengadilan di bawah Mahkamah Agung dengan Mahkamah Agung.

“Dari ruang ini kita harapkan berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi oleh Hakim dan aparatur pengadilan dibawah MA bisa tersampaikan dengan baik sehingga membantu pimpinan MA dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan masukan-masukan tersebut,” jelas guru besar Universitas Airlangga Surabaya tersebut.

Adapun Assessment Center diharapkan akan mendukung upaya efisiensi dalam pelaksanaan seleksi kompetensi untuk menghasilkan SDM yang kompeten. Hal mana bersesuaian dengan arah pembaruan pengelolaan sumber daya manusia yang tertuang dalam cetak biru Pembaruan Peradilan adalah tersedianya SDM yang kompeten, berintegritas, dan professional.

“Ruang ini akan menjadi saksi lahirnya calon-calon pemimpin lembaga peradilan yang akan menjaga marwah dan martabat peradilan,” tegas Hatta Ali.

Sejalan dengan itu, studio e-learning akan memudahkan dalam pemantauan pembelajaran jarak jauh serta menjadi sarana perekaman materi pembelajaran berbasis video.

“Saya yakin melalui sarana ini pembelajaran di diklat akan menjadi lebih menyenangkan serta lebih efisien dan praktis,” imbuh Ketua Mahkamah Agung yang memulai karir hakimnya dari PN Sabang itu.

Sementara itu, terkait dengan lounge VVIP yang akan dipergunakan sebagai tempat melayani tamu-tamu dari nagara-nagara sahabat maupun instansi lain di luar MA, Hatta mengharapkan tempat ini akan membawa pesan keramahan bangsa melalui pelayanan yang diberikan. “Sarana ini penting bagi kita sekaligus cermin kewibawaan Mahkamah Agung dihadapan para tetamu dari luar Mahkamah Agung,” imbuhnya.

Melalui Empat Tahapan Strategis

Sementara itu, Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo yang didaulat menjadi penanggung jawab atas pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut dalam laporannya menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan empat langkah strategis untuk menghadirkan sarana-sarana itu.

Pertama, melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan, penganggaran dan studi kemanfaatan. “Diharapkan dari adanya fasilitas-fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang besar jika ditinjau dari sudut pandang output dan outcome penganggaran,” jelas Hakim Tinggi PT. Tanjung Karang tersebut.

Kedua, melakukan studi banding ke kementerian atau lembaga yang telah memiliki fasilitas serupa berikut bagaimana pemanfaatannya untuk mencapai sasaran dan tujuan lembaga, baik di dalam maupun luar negeri. “Telah dilakukan kunjungan sekaligus studi banding ke Command Center yang dimiliki oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Supreme Court Galllery Singapura, Muzium Kehakiman Malaysia, dan Museum Sophiahof Belanda,” ungkapnya menjelaskan.

Ketiga, melakukan konstruksi fisik yang mulai dikerjakan sejak awal tahun 2019. Pelaksanaan konstruksi ini dikhususkan pada tahun 2019, sementara kegiatan-kegiatan perencanaan dilaksanakan tahun anggaran 2018. Hal ini, menurut Pudjoharsoyo membuat proses pembangunannya menjadi lebih efektif dan efisien.

Dan tahap terakhir yang dilakukan Mahkamah Agung adalah pengadaan sarana dan prasana untuk melengkapi fasilitas-fasilitas penunjang tersebut agar dapat beroperasi sesuai dengan tujuan dan maksud pengadaannya.

Seperti harapan Ketua Mahkamah Agung, Pudjoharsoyo juga berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan dan maksud pengadaannya. Pihaknya mengaku secara simultan mempersiapkan desain operasionalisasi agar dapat dimanfaatkan dengan baik. (Humas/Mohammad Noor)

 

Hubungi Kami

PENGADILAN AGAMA NUNUKAN

Komplek Perkantoran Vertikal
Jl. Ujang Dewa, Nunukan - Kalimantan Utara 77482
Telp:0556-23939
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
X

Pengadilan Agama Nunukan

FITUR DI NON AKTIFKAN